Sinopsis: Akhir-akhir ini mulai banyak bermunculan buku-buku arsitektur &
interior di Indonesia & saya cukup senang melihatnya. Banyak juga
tawaran kepada saya agar membuka buku yg populer, yaitu buku-buku tips
desain atau yg temanya sesuai dengan keinginan pasar. Tentunya ada rasa
kebanggaan tersendiri dengan adanya permintaan dari pasar terhadap karya
atau buah hasil pemikiran saya, tetapi entah kenapa sulit buat saya utk
memenuhi keinginan publisher.
99 Untuk Arsitek oleh Raul Renanda , adalah sebuah buku yang berisi 99 tulisan ringan mengenai hal-hal yang seringkali dihadapi oleh seorang arsitek. 99 Untuk Arsitek berawal dari blog yang berisi uneg-uneg dan pengalaman pribadi sang penulis --baca: Raul Renanda-- selama dia berprofesi di bidang desain gedung dan rumah tinggal. Ditulis dengan bahasa-bahasa yang ringan sehingga mudah untuk dipahami dan dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi sederhana. Isi dari setiap bab tidak terlalu panjang, lebih mirip cerpen yang berisi tentang curahan hati seorang arsitek.
Di antara 99 tulisan dalam buku tersebut, ada beberapa yang memang sesuai dengan apa yang sering saya alami sebagai seorang mahasiswa di bidang desain interior. Seperti pada bab 98 mengenai Mencari Inspirasi. Pada saat proses desain, saya sulit untuk mendapat inspirasi atau ide. Susah mendapat inspirasi terkadang disebabkan karena tidak fokus dan overthinking. Saya terlalu khawatir apakah hasil akhirnya akan bagus atau tidak, sehingga menyebabkan saya tidak berprogres alias 'jalan di tempat'.
Sebagai pembandingnya adalah buku karya Matthew Frederick yang berjudul 101 Things I Learned in Architecture School. Sejak dipublikasikan pada tahun 2007 silam, buku ini menjadi salah buku arsitektur yang populer. Isinya tidak jauh berbeda dengan buku 99 Untuk Arsitek, yaitu berisi tips-tips singkat yang dilengkapi dengan ilustrasi yang unik. Perbedaanya, penyampaian tulisan atau tips-tips pada buku 101 Things I Learned in Architecture School lebih singkat dan sederhana. Tidak jarang penulis hanya menyampaikan pemikirannya melalui ilustrasi yang dilengkapi dengan penjelasan singkat. Even quotes he used to convey his personal thoughts
Di antara 99 tulisan dalam buku tersebut, ada beberapa yang memang sesuai dengan apa yang sering saya alami sebagai seorang mahasiswa di bidang desain interior. Seperti pada bab 98 mengenai Mencari Inspirasi. Pada saat proses desain, saya sulit untuk mendapat inspirasi atau ide. Susah mendapat inspirasi terkadang disebabkan karena tidak fokus dan overthinking. Saya terlalu khawatir apakah hasil akhirnya akan bagus atau tidak, sehingga menyebabkan saya tidak berprogres alias 'jalan di tempat'.
Sebagai pembandingnya adalah buku karya Matthew Frederick yang berjudul 101 Things I Learned in Architecture School. Sejak dipublikasikan pada tahun 2007 silam, buku ini menjadi salah buku arsitektur yang populer. Isinya tidak jauh berbeda dengan buku 99 Untuk Arsitek, yaitu berisi tips-tips singkat yang dilengkapi dengan ilustrasi yang unik. Perbedaanya, penyampaian tulisan atau tips-tips pada buku 101 Things I Learned in Architecture School lebih singkat dan sederhana. Tidak jarang penulis hanya menyampaikan pemikirannya melalui ilustrasi yang dilengkapi dengan penjelasan singkat. Even quotes he used to convey his personal thoughts

Posted by



0 comments:
Post a Comment