0

#1

Hone you basic skills. You have to be able to sketch. The two important things for a designer are carrying an idea and being able to translate the idea.
Kate Mulleavy

How about .... Retro ?

Di postingan sebelumnya, aku ngebahas tentang Folks Coffee and Tea yang berlokasi di kawasan SMA komplek Surabaya, yang Insya Allah jadi obyek perancanganku semester ini. Rencananya, aku mau re-desain Folks Coffee and Tea pake konsep Retro buat interiornya. Makanya postinganku yang kedua aku mau coba bahas pengertian retro dan penerapannya dalam interior suatu ruangan.

Retro adalah kependekan dari retrospektif, yang artinya kembali ke masa lalu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, "retro menyiratkan pergerakan ke arah masa lalu sebagai pergantian ke arah masa depan". Oke, simpelnya retro itu sesuatu yang punya orientasi ke masa lalu. 

Dalam pengaplikasiannya di interior suatu ruangan, warna-warna yang cerah atau bold seperti merah, kuning, dan biru tosca banyak dipakai karena memang itu yang jadi ciri khas retro. Selain bold colors, konsep retro juga bisa dikenali lewat penggunaan pattern baik di dinding atau di lantai sekalipun. Biar lebih jelas, ini ada beberapa gambar ruangan yang mengaplikasikan konsep retro.

Sumber: http://pinterest.com/jennabhill/1950s-retro-interior-ideas/


Sumber: http://pinterest.com/jennabhill/1950s-retro-interior-ideas/

Sumber: www.yelp.com

Sumber: http://www.interiordesigndetective.com/retro-interior-design.html

Sumber: www.theage.com.au

Sumber: www.homecreate.info

Sumber: Dokumentasi pribadi (@ COSMIC DINER, Bali)

Sumber: Dokumentasi pribadi (@ COSMIC DINER, Bali)


Sumber: Dokumentasi pribadi (@ COSMIC DINER, Bali)

Sumber: Dokumentasi pribadi (@ COSMIC DINER, Bali)

Sumber: Dokumentasi pribadi (@ COSMIC DINER, Bali)

Well, wish me luck with this retro concept.
0

Folks Coffee and Tea

Hola everyone, thanks for visiting my blog. Blog ini akan didominasi dengan apapun yang berhubungan sama interior. Oke, postingan pertama saya adalah tugas DI 4 yaitu merancang interior commercial space. Ada banyak pilihan obyek rancangan buat semester ini, mulai dari rumah sakit, klinik, auditorium, gedung pertunjukan, museum, hotel, stasiun, restoran/cafe, dan masih banyak lagi. Dan pilihan saya adalah cafe. Jadi beberapa hari yang lalu saya survey untuk mengambil beberapa foto dan denah eksisting untuk studi pustaka. 

Saya dan Opik memutuskan untuk pergi ke daerah SMA komplek karena di daerah itu ada beberapa cafe yang menjadi tempat nongkrong favorit anak-anak SMA sepulang sekolah ataupun mereka yang sudah kuliah atau bekerja. Kami bisa saja pergi ke mal dan berkeliling di food court, tapi tidak cukup yakin akan dapat ijin untuk mengambil gambar apalagi minta denah eksisting. Balik ke SMA komplek, saya dan Opik menemukan dua cafe yang bisa dijadikan obyek rancang. Pertama Aiola --cafe yang dipilih Opik-- kemudian ada Folks Coffee and Tea, yang saya pilih untuk jadi obyek rancang saya. Beruntung supervisor di kedua cafe itu ramah, jadi mereka langsung kasih ijin untuk foto-foto interior cafe. 

Dan ini beberapa foto dari Folks Coffee and Tea.


Pintu masuk Folks Coffee and Tea







Unfinished industrialis, konsep interior dari Folks Coffee and Tea (info ini saya dapat dari website Folks Coffee and Tea). Kalau boleh jujur, saya kurang paham mengenai konsep Unfinished industrialis. Kata 'unfinished' dapat kita ketahui dari tampilan furniture-furniturenya, yang menggunakan bahan bekas. Meja yang berada di luar ruangan terbuat dari drum bekas yang kemudian di-cat berwarna hitam, lalu ditambahkan potongan kayu sehingga drum bekas tadi bisa berfungsi menjadi meja. 


Furniture lainnya yang juga menggunakan bahan bekas adalah meja dan kursi yang bentuknya menyerupai peti kemas. Potongan-potongan kayu digabungkan membentuk persegi mirip dengan peti kemas, lalu ditambahkan bantalan untuk duduk. 


Lalu ada beberapa ruangan yang masih dalam proses renovasi, check this out!





Menurut saya masih ada kekurangan dari cafe ini. Masalah pencahayaan, waktu saya survey kemarin saya merasa kalau ruangan kurang mendapat pencahayaan dari luar ditambah dengan plafond dan dinding yang berwarna gelap sehingga ruangan terkesan agak gelap. Sumber cahaya hanya berasal dari pintu masuk saja, hal ini mungkin dikarenakan lahan yang terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk membuat bukaan lebih banyak. Mudah-mudahan hasil akhir dari tugas merancang cafe ini bisa lebih baik dari yang sudah ada.
Back to Top