0

Reportase: Masjid Muhammad Cheng Hoo


Beberapa minggu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi Masjid Muhammad Cheng Hoo yang berlokasi di Pandaan, kabupaten Pasuruan. Awalnya, alasan saya mengunjungi masjid tersebut adalah untuk survey dan melakukan pengambilan foto-foto dalam rangka pengerjaan tugas kelompok Filsafat Desain. Namun saya berkesempatan untuk melakukan wawancara singkat dengan ta'mir di Masjid Cheng Hoo, yaitu Bapak H. H M Asyik. Berikut sedikit informasi yang berhasil saya dapatkan melalui wawancara singkat tersebut.

Ta’mir Masjid Cheng Hoo Pandaan, Bp. H. HM Asyik

Q = Bapak sudah berapa lama menjadi ta’mir di masjid ini ?
A = Dari pertama kali masjid ini dibangun, sekitar tahun 2004.

Q = Kalau boleh tahu, kenapa masjid ini dinamakan Masjid Muhammad Cheng Hoo ?
A = Cheng Hoo diambil dari nama saudagar muslim dari Cina yang pertama kali masuk ke Indonesia.

Q = Untuk perawatan dan kebersihan, masjid ini memiliki berapa pegawai ?
A =Untuk kebersihan di dalam masjid, ada 3 orang pegawai. Sedangkan untuk di luar masjid, ada 7 orang dan merangkap sebagai petugas parkir.

Q = Selain untuk beribadah, apakah masjid ini memiliki fungsi atau fasilitas tambahan ?
A = Ada, di area sebelah kiri bangunan ada fasiltas PKL. Selain itu, dalam waktu dekat area masjid akan diperluas untuk pengadaan yayasan.

Q = Masjid Cheng Hoo yang ada di Pandaan ini dibangun di urutan keberapa ?
A = Ketiga, pada tahun 2004. Setelah pembangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo di kota Semarang.

Q = Pada saat bulan Ramadhan, biasanya masjid-masjid menyediakan ta’jil. Apakah disini juga begitu ?
A = Iya, saya sendiri yang mengelolanya. Untuk jumlah, kurang tidak kurang saya batasi hingga 300 bungkus. Supaya tidak mubazir.

Q = Untuk pembagian ta’jil sistemnya bagaimana pak ?
A = Pengajian – ikut sholat maghrib – baru bisa mendapatkan kartu untuk mengambil jatah ta’jil. Tahun ini tahun ke-7 peraturan ini diterapkan. Kalau nggak gitu, pada rebutan mbak hahahahaha ....



Secara keseluruhan Masjid Muhammad Cheng Hoo berukuran 21 X 11 meter, dengan bangunan utama berukuran 11 X 9 meter. Pada sisi kiri dan kanan bangunan utama tersebut terdapat bangunan pendukung yang tempatnya lebih rendah dari bangunan utamanya. Setiap bagian bangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo ini memiliki arti tersendiri, misalnya ukuran bangunan utama. Panjang 11 meter pada bangunan utama Masjid Muhammad Cheng Hoo ini menandakan bahwa Ka’bah saat pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS memiliki panjang dan lebar 11 meter, sedangkan lebar 9 meter pada bangunan utama ini diambil dari keberadaan Walisongo dalam melaksanakan syi’ar Islam di tanah Jawa. Arsitekturnya yang menyerupai model kelenteng itu adalah gagasan untuk mengenang leluhur warga Tionghoa (Islam Tiongkok) di Indonesia dan untuk mengenang leluhur warga Tionghoa yang mayoritas beragama Budha. Selain itu pada bagian atas bangunan utama yang berbentuk segi 8 (pat kwa), angka 8 dalam bahasa Tionghoa disebut Fat yang berarti jaya dan keberuntungan. Berikut ini dokumentasi dari Masjid Cheng Hoo di Pandaan.


Fasad Masjid Cheng Hoo Pandaan

Motif lambang segi delapan yang terdapat di bagian depan Masjid Cheng Hoo
 
Jam besar pada pintu masuk Masjid Cheng Hoo
 
Salah satu sudut di Masjid Cheng Hoo

Shalat dhuhur berjama'ah

Atap masjid yang ditopang oleh pilar-pilar berwarna emas

Peringatan: "Dilarang TIDUR di dalam masjid"

Don't you see the warning, Sir?

Berpose di depan Masjid Cheng Hoo

Lampion-lampion ala Tionghoa
Selain sebagai fasilitas ibadah, Masjid Cheng Hoo merupakan salah satu objek wisata (religi) di kota Pandaan. Setiap hari pasti ada beberapa rombongan yang mengunjungi masjid ini. Hal ini dikarenakan nuansa Tionghoa yang sangat kental, baik pada arsitektur ataupun interior masjid yang menjadikan tampilan masjid ini berbeda dari masjid-masjid kebanyakan.
Back to Top