0

#2

Design is in everything we make, but it’s also between those things. It’s a mix of craft, science, storytelling, propaganda, and philosophy.
Erik Adigard
0

99 Untuk Arsitek

Sinopsis: Akhir-akhir ini mulai banyak bermunculan buku-buku arsitektur & interior di Indonesia & saya cukup senang melihatnya. Banyak juga tawaran kepada saya agar membuka buku yg populer, yaitu buku-buku tips desain atau yg temanya sesuai dengan keinginan pasar. Tentunya ada rasa kebanggaan tersendiri dengan adanya permintaan dari pasar terhadap karya atau buah hasil pemikiran saya, tetapi entah kenapa sulit buat saya utk memenuhi keinginan publisher. 


99 Untuk Arsitek oleh Raul Renanda , adalah sebuah buku yang berisi 99 tulisan ringan mengenai hal-hal yang seringkali dihadapi oleh seorang arsitek. 99 Untuk Arsitek berawal dari blog yang berisi uneg-uneg dan pengalaman pribadi sang penulis --baca: Raul Renanda-- selama dia berprofesi di bidang desain gedung dan rumah tinggal. Ditulis dengan bahasa-bahasa yang ringan sehingga mudah untuk dipahami dan dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi sederhana. Isi dari setiap bab tidak terlalu panjang, lebih mirip cerpen yang berisi tentang curahan hati seorang arsitek.

Di antara 99 tulisan dalam buku tersebut, ada beberapa yang memang sesuai dengan apa yang sering saya alami sebagai seorang mahasiswa di bidang desain interior. Seperti pada bab 98 mengenai Mencari Inspirasi. Pada saat proses desain, saya sulit untuk mendapat inspirasi atau ide. Susah mendapat inspirasi terkadang disebabkan karena tidak fokus dan overthinking. Saya terlalu khawatir apakah hasil akhirnya akan bagus atau tidak, sehingga menyebabkan saya tidak berprogres alias 'jalan di tempat'.

Sebagai pembandingnya adalah buku karya Matthew Frederick yang berjudul 101 Things I Learned in Architecture School. Sejak dipublikasikan pada tahun 2007 silam, buku ini menjadi salah buku arsitektur yang populer. Isinya tidak jauh berbeda dengan buku 99 Untuk Arsitek, yaitu berisi tips-tips singkat yang dilengkapi dengan ilustrasi yang unik. Perbedaanya, penyampaian tulisan atau tips-tips pada buku 101 Things I Learned in Architecture School lebih singkat dan sederhana. Tidak jarang penulis hanya menyampaikan pemikirannya melalui ilustrasi yang dilengkapi dengan penjelasan singkat. Even quotes he used to convey his personal thoughts

Home workspace.

When I have a workspace at home, it's probably just like one of these workspace design ideas. Take a look.

http://exool.com/inspiring-minimalist-workspace-design/black-white-bedroom-office/
Ruang kerja yang menjadi satu dengan ruang tidur, didominasi warna putih dan sedikit sentuhan warna hitam melalui blackboard --berada tepat di atas tempat tidur-- dan bed cover yang bermotif garis-garis. Penggunaan warna putih pada ruangan ini memberikan kesan bersih dan luas. Skylight pada atap yang memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan menjadi nilai tambah pada ruangan ini karena pengguna bisa lebih menghemat penggunaan lampu.

http://www.swiftsorchids.com/creative-and-cool-teen-workspace-design-ideas-2012/
Ruang kerja yang luas dengan bukaan yang besar. Tipe ruang kerja pada gambar di atas tidak terlalu berbeda dengan gambar yang pertama. Bila pada gambar sebelumnya cahaya alami masuk melalui skylight, pada ruang kerja yang satu ini cahaya alami masuk melalui bukaan yang sangat besar. Seperti yang tampak pada gambar, bahwa jendelanya menerus hingga ke atap ruangan ini. Sehingga ruangan terkesan sangat luas.

http://www.swiftsorchids.com/images/office-of-floating-shelves-Modern-Workspace-Design-Ideas.jpg
Ruang kerja yang dilengkapi fasilitas penyimpanan yang baik. Fasilitas penyimpan/storage tidak selalu berupa laci, rak sederhanapun terkadang juga bisa menjadi pilihan fasilitas penyimpanan ketika kita ingin semuanya terlihat sehingga saat kita membutuhkan sesuatu kita tidak bingung mencarinya --pilihan yang pas untuk tiper orang pelupa seperti aku-- Namun kekurangannya adalah benda-benda yang tidak disimpan dalam laci lebih mudah berdebu. Di pojok ruang kerja ini tampak 2 tumpukan buku yang sangat tinggiBila dilihat dari segi keamanan, tumpukan buku yang sangat tinggi ini agak mengkhawatirkan karena bila tersenggol bisa saja mengenai perabotan yang lain. Dan menjadi semakin menyulitkan ketika ingin membaca buku yang kebetulan ada di tengah-tengah tumpukan.

http://www.slim69.com/
Ruang kerja dengan konsep industrialis. Yang dimaksud industrialis disini adalah konsep interior dimana salah satu elemen pembentuk ruangnya sengaja tidak diselesaikan (unfinished). Terdapat permukaan-permukaan yang kasar, seperti pada ruangan ini yang menggunakan bata dengan finishing cat putih. Kemudian digambari dengan grafiti. Simple but cool, isn't it ? Konsep industrialis juga dapat dilihat dari material furnitur yang digunakan, sebagai contoh kursi kerja berwarna hitam yang ada pada ruangan ini, kemungkinan terbuat dari logam besi yang memang kebanyakan digunakan pada konsep ini untuk menghasilkan atmosfir/suasana ala industri.

Tiga gambar di bawah merupakan ruang kerja yang menerapkan konsep sejenis, yaitu konsep 'loft'. Yang dimaksud dengan konsep loft adalah konsep rumah tinggal atau apartemen yang terdiri dari 2 lantai namun tidak seperti 2 lantai. Loft merupakan ruang pada lantai atas yang posisinya langsung di bawah atap atau yg biasa dikenal sebagai ‘loteng’ (attic). Dan ruang ini digunakan sebagai tempat hidup daripada sekedar tempat penyimpanan barang. Secara sekilas, loft memiliki sifat yang kurang lebih sama dengan istilah attic, namun perbedaan yg paling mendasar adalah bahwa bidang lantai attic menutupi seluruh ruang dibawahnya, sedangkan loft hanya menutupi sebagian dari area ruang di bawahnya (mezanine). Secara tidak langsung akan memberikan kelebihan dari karakteristik loft itu sendiri. (www.lifestyle.kompasiana.com)

http://blog.eoffice.net/2009/04/simple-and-creative-office-designs/

http://www.slim69.com/workspaces-design-inspiration-for-your-home/

http://bs2h.com/tips-for-comfortable-workspace-design/workspace-design-ideas/
0

Stick it !

http://m5.paperblog.com/i/40/408395/how-vogue-can-surprise-you-L-lSosRH.jpeg

http://homeklondike.com/wp-content/uploads/2011/04/7-black-modern-bedroom-ideas-Black-and-white-bedroom.jpg

http://www.innovativestencils.com/product_images/uploaded_images/

http://ecx.images-amazon.com/images/I/51w2QlasrZL.jpg
Bosan sama suasana kamar yang gitu-gitu aja ? Mungkin kita bisa coba mendekorasi kamar tidur kita dengan cara menempelkan sticker di dinding kamar. Dinding kamar yang tadinya polos dan cenderung monoton menjadi tidak membosankan lagi. Karena sekarang ini sudah banyak sticker dengan tema-tema yang bervariasi, kita bisa memilih sticker dengan tema atau bentuk yang kita suka untuk diaplikasikan di kamar tidur kita
Seperti pada gambar-gambar di atas, yang semuanya merupakan sticker pohon --sticker favoritku dibanding yang lain-- yang umumnya ditempelkan dekat dengan kasur sehingga saat kita berbaring di kasur seakan-akan kita juga berbaring di bawah pohon. Itu mengapa sticker ini lebih sering ditempel di dekat kasur, yaitu suasana dan sensasi yang ingin diciptakan.
Dekorasi kamar dengan cara seperti ini --menempelkan sticker di dinding-- adalah cara yang paling sederhana dan sangat recommended. Sederhana karena pengaplikasiannya yang mudah, recommended karena tidak membutuhkan banyak biaya. Berminat ? Selamat mencoba :)
Back to Top